LangkatTerkini.Com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hendrik Tarigan meminta Jurnalis LangkatTerkini.com untuk menurunkan berita lama terkait dugaan perselingkuhan. Ia juga mengaku berencana melaporkan Jurnalis LangkatTerkini.com ke Polda melalui timnya.
“Kan sudah saya bilang tadi, orang ini melaporkan ke Polda. Gak apa-apa ya, saya lepas saja ya,” kata Hendrik Tarigan kepada LangkatTerkini.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (25/5/2026).
Hendrik menyebut ada oknum Hipakad yang ingin bertemu dengan jurnalis LangkatTerkini.com.
“Begini lo, biar jumpa orang Hipakad biar aman. Orang itu nyarik-nyarik terus ini, nanti ke rumah kau pula nanti. Jumpa saja maksud saya. Kami kan mau tahu informasinya dari mana sumbernya,” ujar Hendrik.
Ia juga sempat menanyakan alamat rumah jurnalis LangkatTerkini.com.
“Kalau gak, saya ke rumahmu saja,” katanya.
Kemudian terdengar suara seseorang di samping Hendrik yang ikut berbicara kepada jurnalis LangkatTerkini.com.
“Rumahmu di mana? Kantormu di mana? Jalan Gagak Hitam panjang di mana? Lorong apa? Share lokasi,” ucap suara tersebut.
Saat ditanya oleh jurnalis apakah suara tersebut adalah suara Hendrik ia menjawab:
“Inilah orang Polda tadi,” kata Hery.
Ketika ditanya nama anggota Polda yang dimaksud, suara di samping Hendrik menjawab:
“Tidak usah banyak tanya, kita jumpa di sana. Share lokasi ya,” katanya.
LangkatTerkini.com kemudian mencoba mengonfirmasi yang mengaku Ketua Hipakad Langkat, Yudi, terkait persoalan tersebut.
Baca juga : https://langkatterkini.com/kadis-pertanian-langkat-bantah-dugaan-selingkuh-ini-fitnah-dan-dendam-pribadi/
“Sudah dikonfirmasi Kadis tadi pagi kan, yang berita perselingkuhan. Sudah dilaporkan Pak Kadis ke saya, sudah dibantah tadi kok sama orang abang. Kita kan kawan berkawan,” kata Yudi melalui telepon.
Yudi juga menyebut bahwa oknum petinggi Hipakad Provinsi masih memiliki hubungan keluarga dengan Kadis tersebut.
“Kita bantu juga dia karena dia penasihat Hipakad Langkat. Kalau sudah selesai, sudahlah, ngapain kita panjang lagi. Jumpai saja bagaimana maunya. Tadi dia sama Sekjen Sumut juga. Sudah dibantah Ketua, dia (jurnalis-red) ketua. Beritanya juga sudah dikirim Langkat Terkini,” ujarnya.
Ia mengaku sama-sama berasal dari Stabat. “Sama-sama orang Stabatnya kita,” kata Yudi.
Saat jurnalis LangkatTerkini.com menyampaikan bahwa sebelumnya ada pernyataan ingin melaporkan ke Polda melalui oknum Hipakad, Yudi kembali memberikan tanggapannya.
“Iya, jadi begini, dia kan penasihat. Bagaimanapun, apapun ceritanya, kan satu bendera, kita bantu lah. Sama kayak orang abang. Kita semuanya ini. Yang penting sudah selesai, ngapain kita panjang lagi. Itu tidak ada sebetulnya isu tersebut. Dendam itu,” kata Yudi.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Hendrik Tarigan, membantah keras dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya. Ia menilai isu tersebut merupakan fitnah yang dilatarbelakangi dendam pribadi dari seseorang berinisial AS.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Hendrik meminta agar proses klarifikasi dilakukan secara langsung di kantornya, bukan melalui telepon seluler.
“Kalau mau konfirmasi, jangan melalui HP, datang saja,” ujar Hendrik Tarigan kepada LangkatTerkini.Com, Senin (25/5/2026).
Saat ditemui, Hendrik menegaskan dirinya tidak pernah melakukan perselingkuhan seperti yang dituduhkan. Ia menyebut tudingan tersebut sengaja disebarkan untuk menyerang nama baiknya.
“Dia marah dan mengancam saya. Ini serangan pribadi karena sakit hati. Mana buktinya saya selingkuh? Silakan buktikan. Ini fitnah dan ada dendam pribadi. Kalau memang saya selingkuh, jumpakan dengan perempuan itu,” tegas Hendrik.
Dalam pertemuan tersebut, Hendrik juga meminta agar wawancara tidak direkam.
Ia memastikan persoalan tersebut tidak menimbulkan masalah dalam keluarganya. Bahkan, menurutnya, sang ibu sudah mengetahui kabar tersebut dan ikut menjadi korban informasi yang tidak benar.
“Tidak seperti itu saya, Bu,” kata Hendrik menirukan penjelasannya kepada sang ibu.
Hendrik juga menilai kedekatannya dengan banyak orang, termasuk para petani, tidak bisa dijadikan dasar tuduhan perselingkuhan.
“Kalau saya dekat dengan orang, apa itu berarti selingkuh?” ujarnya.
Ia pun mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan fitnah.














