LANGKAT

Pengakuan Mengharukan Ustaz Abdul Somad: Sosok Guru dari Langkat yang Membentuk Jalan Dakwahnya

×

Pengakuan Mengharukan Ustaz Abdul Somad: Sosok Guru dari Langkat yang Membentuk Jalan Dakwahnya

Sebarkan artikel ini
Pengakuan Mengharukan Ustaz Abdul Somad Sosok Guru dari Langkat
Tuan Guru Babussalam Syekh Dr Zikmal Fuad MA dan Ustaz Abdul Somad

LangkatTerkini.Com – Suasana Tabligh Akbar mendadak terasa lebih khidmat dan menyentuh hati saat Abdul Somad menyampaikan sebuah pengakuan penuh makna di hadapan belasan ribu jamaah di Alun-Alun Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu sore (2/5/2026).

Di tengah tausiyahnya, beliau mengungkapkan bahwa Zikmal Fuad, yang dikenal sebagai Tuan Guru Babussalam, merupakan guru beliau semasa menimba ilmu di pesantren. Pernyataan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan wujud penghormatan dan adab seorang murid kepada gurunya, nilai luhur yang menjadi ruh dalam tradisi keilmuan Islam.

Momen tersebut sontak menghadirkan rasa haru dan bangga di tengah jamaah. Sosok Tuan Guru Babussalam yang dikenal sebagai ulama kharismatik kembali ditegaskan perannya sebagai pendidik yang telah melahirkan generasi dai yang berdakwah di berbagai penjuru negeri.

Guru Ustaz Abdul Somad di Langkat
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso, anggota DPR RI Komisi V Musa Rajekshah, Tuan Guru Babussalam Syekh Zikmal Fuad dan Ustaz Somad saat tiba di Alun-Alun Tengku Amir Hamzah Stabat

Dengan penuh kerendahan hati, Tuan Guru Babussalam menerima penghormatan tersebut, mencerminkan akhlak ulama yang tidak mencari kemuliaan, namun justru dimuliakan melalui keberhasilan murid-muridnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menghormati guru, menjaga sanad keilmuan, serta melestarikan tradisi belajar yang sarat adab. Dari tangan para guru yang ikhlas, lahir generasi pembawa cahaya dakwah bagi umat.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Abdul Somad juga menyampaikan:

“Nama guru yang mendidik saya adalah Ustaz Zikmal Fuad, sekarang menjadi mursyid Tarekat Naqsyabandiyah di Besilam, Langkat. Beliaulah yang menasihati saya. Kalau saya silap dan salah, beliau berani menegur. Jangan sampai mengaji tanpa guru. Kalau ada orang Langkat tak berguru, berarti ‘dimakan hantu’,” ujarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *