LangkatTerkini.Com – Suasana pilu menyelimuti tepian Sungai Begumit, Kabupaten Langkat. Seorang ibu bernama Andika Pratama tak kuasa menahan kesedihan saat mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat anaknya tenggelam. Di tepi sungai itu, ia menangis, memanggil nama sang anak, dan memanjatkan doa agar putranya segera ditemukan.
Dengan suara bergetar, sang ibu berulang kali meminta anaknya pulang. Ia mengaku telah mengikhlaskan apa pun yang terjadi, tetapi harapan untuk kembali melihat putranya masih begitu besar.
“Pulang anakku sayang, Mamak datang ini. Mama ikhlas apa pun yang terjadi. Perjuanganmu sudah, Nak. Mama bangga sebagai seorang mama dan ibu. Kamu anak yang saleh, Sayang, tidak pernah macam-macam. Pulang ya, Nak. Pulang ya, Sayang. Mama sudah di sini,” ucapnya dengan penuh kesedihan.
Di tengah tangisnya, sang ibu juga terus berdoa agar anaknya segera ditemukan. Momen menyayat hati tersebut mengundang kesedihan warga yang menyaksikannya. Ungkapan duka dan doa juga mengalir dari warganet setelah video itu beredar di media sosial.
Informasi mengenai momen tersebut turut dibagikan melalui akun Instagram @diejah_06, sebagaimana dilihat Langkat Terkini.com.
Andika Pratama, pemuda berusia 18 tahun asal Dusun Batu Gajah, Desa Mancang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, dilaporkan diduga hanyut terbawa arus Sungai Begumit ketika mengikuti latihan renang pada Minggu (25/10/2026).
Hingga Senin (26/10), keberadaan Andika masih belum diketahui. Tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, personel SAR, dan masyarakat setempat terus melakukan pencarian di sekitar aliran sungai.
Peristiwa itu terjadi di Sungai Begumit, Lingkungan X Paya Jambu, Kampung Karo, Kelurahan Pekanselesai, Kecamatan Selesai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Andika mengikuti latihan renang bersama sejumlah rekannya di bawah bimbingan seorang prajurit berpangkat Kapten Infanteri yang bertugas di Kodam I/Bukit Barisan.
Latihan tersebut menjadi salah satu upaya Andika mempersiapkan diri untuk meraih cita-citanya menjadi prajurit TNI dan mengabdi kepada negara. Namun, harapan yang sedang diperjuangkannya itu kini dibayangi kecemasan setelah ia dilaporkan hilang di sungai.

Kejadian bermula ketika Andika berhasil menyeberangi sungai. Namun, saat berusaha kembali ke posisi semula, ia diduga kesulitan menghadapi derasnya arus hingga akhirnya terseret dan tenggelam.
Rekan-rekan Andika bersama pembina latihan sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, kuatnya arus sungai diduga menyulitkan upaya penyelamatan.
Setelah kejadian tersebut dilaporkan, pencarian segera dilakukan. Tim gabungan menyisir sejumlah bagian sungai dan melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tenggelam. Meski demikian, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.
Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, doa dan harapan keluarga terus menyertai Andika. Bagi sang ibu, putranya bukan sekadar anak yang sedang mengejar cita-cita, melainkan sosok yang dibanggakan dan sangat dinantikan kepulangannya.
Di tepian Sungai Begumit, panggilan seorang ibu masih menyisakan harapan: semoga Andika segera ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian atas nasibnya.












