LANGKAT

Sungai Besitang Kembali Naik, Warga Desa Skoci Dibayangi Banjir Berulang

×

Sungai Besitang Kembali Naik, Warga Desa Skoci Dibayangi Banjir Berulang

Sebarkan artikel ini
Banjir di Desa Sekoci Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat (Foto: tangkapan layar video Suriadi)

LangkatTerkini.Com – Ketinggian air Sungai Besitang dilaporkan mulai naik kembali pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Facebook Atok Labu yang menyoroti kondisi warga Desa Skoci, Kabupaten Langkat, yang disebut berulang kali menghadapi ancaman banjir.

Dalam unggahannya, Atok Labu menggambarkan beratnya kondisi masyarakat yang harus menghadapi kemungkinan mengungsi beberapa kali dalam sepekan. Namun, frekuensi pengungsian dan kondisi terkini warga masih perlu dikonfirmasi kepada pemerintah desa atau pihak berwenang.

Atok Labu juga menyoroti pandangan sebagian orang yang menganggap banjir sebagai risiko tinggal di dekat sungai atau menyarankan warga pindah dari kampung mereka. Menurutnya, persoalan tersebut tidak sesederhana itu karena masyarakat telah tinggal secara turun-temurun dan membangun kehidupan sosial serta ekonomi di Desa Skoci.

Ia menjelaskan bahwa Desa Skoci memiliki sejarah sebagai salah satu kawasan penghasil jeruk di wilayah Pantai Buaya. Aktivitas pertanian tersebut menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat setempat, sehingga ancaman banjir berulang dikhawatirkan turut memengaruhi keberlangsungan mata pencaharian warga.

Dalam unggahan tersebut, Atok Labu menduga kerusakan lingkungan di wilayah hulu turut berkontribusi terhadap persoalan banjir yang dialami masyarakat. Meski demikian, hubungan antara aktivitas perambahan hutan, sedimentasi sungai, dan banjir perlu dibuktikan melalui kajian teknis serta keterangan instansi terkait.

Ia mendorong pemerintah agar mengambil langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir, termasuk mengevaluasi sedimentasi sungai dan mengkaji kebutuhan pembangunan tanggul atau infrastruktur pengendali banjir. Penanganan tersebut dinilai perlu didasarkan pada kajian teknis agar sesuai dengan kondisi sungai dan lingkungan sekitarnya.

Selain penanganan infrastruktur, Atok Labu juga meminta pemerintah menindak aktivitas perusakan hutan apabila terbukti melanggar ketentuan. Upaya tersebut, menurut pesan dalam unggahannya, perlu menjadi bagian dari penanganan persoalan lingkungan secara menyeluruh, terutama di wilayah hulu sungai.

Banjir yang berulang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, pendidikan, pertanian, serta kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, informasi mengenai tinggi muka air, kondisi permukiman, jumlah warga terdampak, dan kebutuhan pengungsian perlu diperbarui melalui sumber resmi agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Pemerintah desa, kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi teknis terkait diharapkan memberikan informasi mengenai kondisi terkini Sungai Besitang, langkah antisipasi yang telah dilakukan, serta rencana penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Keterangan dari pihak berwenang diperlukan untuk memastikan situasi di lapangan dan menjelaskan faktor penyebab banjir.

Atok Labu mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap warga Desa Skoci dan mendorong penyelesaian yang tidak sekadar membebankan risiko kepada penduduk. Di tengah laporan kenaikan air Sungai Besitang, kebutuhan utama masyarakat ialah keselamatan, kepastian penanganan, serta upaya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *