LangkatTerkini.Com – Dua rider binaan Langkat Racing Development (LRD) menorehkan prestasi pada ajang balap Sumatra Cup Prix (SCP) Medan 2026 yang berlangsung di Sirkuit Multifungsi IMI Sumut, 29-30 Agustus 2026.
Dua rider asal Langkat, M. Al-Fariz dan Ardiansyah, turun pada kelas SP5 Bebek 4 Tak 150cc Spek Rookie Pemula Non Juara Sumut. Keduanya mampu menunjukkan performa kompetitif di tengah persaingan para pembalap muda dari berbagai daerah.
M. Al-Fariz mengawali balapan dari posisi ketiga. Tampil konsisten sepanjang perlombaan, Al-Fariz mampu mempertahankan posisinya hingga menyentuh garis finis di urutan kedua dan berhak naik podium.
Sementara itu, Ardiansyah yang memulai balapan dari posisi keenam juga tampil cukup baik. Ia berhasil memperbaiki posisi hingga finis di urutan kelima.
Sekretaris Langkat Racing Development yang juga merupakan mantan rider Kabupaten Langkat mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi LRD untuk terus mengembangkan pembinaan pembalap muda di Kabupaten Langkat.
Menurutnya, dukungan sarana latihan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Langkat turut membantu para rider menjalani latihan secara rutin dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Dispora Langkat terhadap pembinaan olahraga otomotif. Sarana yang diberikan sangat bermanfaat bagi rider karena mereka memiliki tempat untuk berlatih dan mengasah kemampuan secara rutin. Prestasi di SCP ini menjadi salah satu bukti bahwa fasilitas dan pembinaan yang berjalan dapat memberikan hasil,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, prestasi yang diraih Al-Fariz dan Ardiansyah merupakan bagian dari proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada hasil perlombaan, tetapi juga latihan, evaluasi dan pengalaman bertanding.
“Harapan kami tentu pembinaan ini terus berlanjut. Target kami bukan hanya podium, tetapi bagaimana mencetak rider-rider Langkat yang memiliki skill, mental dan disiplin sehingga mampu bersaing di tingkat Sumatera hingga nasional,” katanya.
Apresiasi terhadap fasilitas latihan juga disampaikan Sutriswan atau yang akrab disapa Dedek, orang tua M. Al-Fariz. Ia menilai keberadaan sarana latihan, termasuk yang berada di GOR Stabat, memberikan ruang bagi para pembalap muda untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti perlombaan.
“GOR Stabat sangat membantu anak-anak, termasuk Al-Fariz. Di sana mereka bisa terus mengasah skill dan mempersiapkan diri sebelum bertanding. Kami sebagai orang tua tentu sangat berterima kasih dengan adanya sarana latihan tersebut,” ujar Dedek.
Ia berharap pembinaan olahraga otomotif di Kabupaten Langkat dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pembalap muda yang memiliki kesempatan untuk berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
Podium kedua yang diraih M. Al-Fariz dan posisi kelima yang ditempati Ardiansyah di SCP Medan 2026 menjadi catatan positif bagi LRD dalam perjalanan pembinaan rider muda Langkat.
Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi para rider untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.














