LANGKAT

37 Tahun Mendayung Sampan di Desa Perlis Langkat Langkat, Al Azhar Berjuang Menghidupi Enam Anak

×

37 Tahun Mendayung Sampan di Desa Perlis Langkat Langkat, Al Azhar Berjuang Menghidupi Enam Anak

Sebarkan artikel ini
37 Tahun Mendayung Sampan di Desa Perlis Langkat Langkat, Al Azhar Berjuang Menghidupi Enam Anak
Desa Klantan

LangkatTerkini.Com – Selama 37 tahun, Al Azhar Nasution menggantungkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai pendayung sampan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Warga Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, itu mengaku memperoleh penghasilan sekitar Rp70 ribu per hari dari jasa menyeberangkan warga menggunakan sampan.

Saat ditemui Langkat Terkini, Kamis (20/8/2026), Al Azhar mengatakan tarif jasa penyeberangan yang dikenakannya relatif terjangkau. Dari Lorong Dandi menuju Desa Kelantan, penumpang dikenakan tarif sekitar Rp3.000, sedangkan menuju Desa Perlis tarifnya sekitar Rp5.000.

37 Tahun Mendayung Sampan di Desa Perlis Langkat Langkat
Al Azhar Nasution saat mendayung sampan (Foto: LangkatTerkini.Com)

Dengan penghasilan tersebut, Al Azhar harus memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai kebutuhan enam orang anaknya. Ia mengaku pendapatan sebagai pendayung sampan terkadang belum mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk keperluan anak-anaknya.

“Penghasilan sekitar Rp70 ribu sehari. Dengan enam anak, tentu harus pandai-pandai mengatur kebutuhan,” ujar Al Azhar.

37 Tahun Mendayung Sampan di Desa Perlis Langkat Langkat Sumut
Pendayung sampan mengangkut penumpang menyeberangi sungai

Ia berharap kondisi perekonomian keluarganya dapat membaik sehingga kebutuhan pendidikan dan keperluan sehari-hari anak-anaknya bisa terpenuhi.

Bagi Al Azhar, mendayung sampan bukan sekadar pekerjaan. Selama lebih dari tiga dekade, pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan utama untuk mempertahankan kehidupan keluarganya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *