LANGKAT

Pulih dari Bencana, Pulih Pula Gizinya: Bersama Cegah Salah Asupan Anak Pascabencana

×

Pulih dari Bencana, Pulih Pula Gizinya: Bersama Cegah Salah Asupan Anak Pascabencana

Sebarkan artikel ini

Pulih dari Bencana, Pulih Pula Gizinya: Bersama Cegah Salah Asupan Anak Pascabencana

Pasca diterjang banjir bandang pada November lalu, Dusun Seusirah, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, tidak hanya berupaya bangkit membangun kembali rumah dan infrastruktur, tetapi juga memulihkan pola konsumsi anak agar kembali memperoleh asupan gizi yang tepat.

Dalam situasi darurat dan masa pemulihan bencana, pilihan pangan masyarakat menjadi sangat terbatas. Bantuan makanan praktis dan tahan lama kerap menjadi solusi tercepat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Kondisi tersebut membuat banyak keluarga mengandalkan makanan dan minuman kemasan yang tersedia, termasuk kental manis yang sering diberikan sebagai pengganti susu anak.

Padahal, kental manis merupakan produk olahan susu dengan kandungan gula yang tinggi, yakni sekitar 43–48 persen dari total komposisi produk. Dalam satu takaran saji sekitar 30–42 gram, kandungan gulanya dapat mencapai 14–22 gram, sementara kandungan proteinnya hanya sekitar 1–1,5 gram.

Penggunaan kental manis sebagai pengganti susu, terutama pada anak-anak di wilayah terdampak bencana, berisiko meningkatkan masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya. Karena itu, kebiasaan tersebut perlu dihentikan agar anak-anak dapat kembali memperoleh asupan gizi seimbang sesuai kebutuhan tumbuh kembang mereka.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Majelis Kesehatan PP Aisyiyah hadir melalui program pemulihan gizi bagi masyarakat terdampak, khususnya ibu dan anak.

Program ini meliputi edukasi gizi untuk ibu balita, kegiatan bermain dan mendongeng bagi anak-anak, serta pembagian makanan bergizi kepada keluarga terdampak banjir.

Upaya pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali rumah dan lingkungan, tetapi juga memastikan anak-anak tetap tumbuh sehat, kuat, dan optimal di tengah proses bangkitnya masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *