LANGKAT

Masjid Raya Kejuruan Selesai, Simbol Kejayaan Islam Melayu

×

Masjid Raya Kejuruan Selesai, Simbol Kejayaan Islam Melayu

Sebarkan artikel ini
Sejarah Masjid Raya Kejuruan Selesai, Simbol Kejayaan Islam Melayu
Masjid Raya Kejuruan Selesai (Foto: Dok Mahasiswa STIT Al Washliyah Binjai)

LangkatTerkini.Com – Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Washliyah Binjai melaksanakan kegiatan observasi lapangan terhadap bangunan cagar budaya Masjid Raya Kejuruan Selesai yang terletak di Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kegiatan observasi ini dilakukan sebagai bagian dari kajian akademik terkait sejarah peradaban Islam lokal, arsitektur Islam Melayu, serta dinamika sosial politik di wilayah Langkat Hulu. Tim observasi terdiri dari Aidil Syahputra Daulay, Dimas Aditya, Fery Syahputra, Laelatul Khasanah, Siti Zahrah Hasibuan, Puja Yudha Pratama, dan Warda Khairani dibimbing oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengembangan Materi SKI di SD/MI, Abdul Rahim.

Masjid Raya Kejuruan Selesai merupakan salah satu bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1906 M (1326 H) oleh Tengku Dachmad bin Tengku Sulung Chaibar atas nama Kejuruan Selesai yang berada di bawah naungan Kesultanan Langkat.

Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol eksistensi kekuasaan kerajaan lokal pada masa itu.

Sejarah Masjid Raya Kejuruan Selesai
Ornamen di dalam Masjid Raya Kejuruan Selesai (Foto: Dok Mahasiswa STIT Al Washliyah Binjai)

Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan bahwa masjid ini memiliki keunikan arsitektur yang memadukan berbagai pengaruh budaya seperti Turki, Persia, India, Eropa, dan Melayu. Bangunan utama berbentuk oktagonal dengan empat kubah, terdiri dari satu kubah utama dan tiga kubah pendamping berbentuk bawang. Interior masjid dihiasi kaligrafi Al-Qur’an bergaya khat tsulus, mimbar kayu berukuran tinggi tiga meter, serta lantai marmer yang masih terawat dengan baik.

Secara historis, lokasi masjid yang berdekatan dengan bekas Istana Kejuruan Selesai dan kompleks makam keluarga kerajaan menunjukkan adanya integrasi antara fungsi keagamaan, sosial, dan politik. Mahasiswa juga mencatat bahwa setelah peristiwa revolusi sosial tahun 1946 yang mengguncang struktur kerajaan di Sumatera Timur, masjid ini tetap bertahan sebagai pusat spiritual masyarakat.

Masjid Raya Kejuruan Selesai
Ornamen dalam Masjid Raya Kejuruan Selesai (Foto: Istimewa)

Menurut hasil kajian tim, keberadaan Masjid Raya Kejuruan Selesai menjadi bukti kuat bahwa masjid pada masa kerajaan Melayu tidak hanya berperan sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang diplomasi, legitimasi kekuasaan, dan pembentukan identitas kolektif masyarakat.

Melalui kegiatan observasi ini, Dosen dan mahasiswa STIT Al Washliyah Binjai berharap nilai sejarah dan budaya Masjid Raya Kejuruan Selesai semakin dikenal luas serta terus dilestarikan sebagai warisan budaya Islam di Sumatera Utara.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi akademik mahasiswa dalam mendokumentasikan serta mengkaji bangunan cagar budaya sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah Islam lokal.

(Tim LangkatTerkini.Com)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *